Wali Kota Illiza Ajak Warga Jaga Kekhusyukan Ibadah dan Ketertiban Kota

posmetro88.com – Menjelang momen keagamaan, suasana kota biasanya berubah. Jalanan lebih ramai. Masjid atau tempat ibadah lebih padat dari biasanya. Pedagang musiman bermunculan. Parkir kadang meluber. Dalam situasi seperti itu, Wali Kota Illiza merasa perlu mengingatkan satu hal sederhana—jangan sampai kekhusyukan ibadah terganggu karena urusan ketertiban yang sebenarnya bisa di atur bersama.

Ia tidak hanya bicara soal ibadah. Tapi juga soal kota.

Menurutnya, suasana yang tenang itu tidak jatuh dari langit. Ia tercipta. Dan yang menciptakan bukan hanya pemerintah, melainkan warga sendiri. Kalau parkir sembarangan, kalau sampah di biarkan menumpuk, kalau lalu lintas semrawut, yang terganggu bukan cuma pengguna jalan—orang yang sedang beribadah pun ikut terdampak.

Illiza menekankan pentingnya peran bersama. Pemerintah, tentu, punya tanggung jawab. Ada pengawasan. Ada koordinasi dengan aparat. Ada pengaturan lalu lintas, terutama di titik-titik yang berpotensi padat. Bahkan penertiban akan di lakukan jika memang di perlukan. Tapi, katanya, itu tidak cukup kalau kesadaran warganya longgar.

Kebersihan juga ikut di singgung. Hal yang sering dianggap sepele, padahal efeknya langsung terasa. Ruang publik yang bersih dan tertata membuat orang lebih nyaman. Ibadah pun bisa di jalankan tanpa distraksi yang tidak perlu. Kesan sederhana, tapi dampaknya besar.

Ia seperti ingin mengatakan: mari jaga suasana ini bersama-sama. Jangan sampai momen yang seharusnya sakral justru di warnai hal-hal teknis yang sebenarnya bisa di cegah. Karena ketertiban kota dan kekhusyukan ibadah itu bukan dua hal yang berdiri sendiri. Mereka saling memengaruhi.

Kalau kota tertib, orang lebih tenang. Kalau orang tenang, ibadah pun lebih khusyuk. Sesederhana itu—meski dalam praktiknya, sering kali tidak sesederhana yang di ucapkan.