Lonjakan Penumpang Whoosh Saat Lebaran, KCIC Catat Kenaikan 25 Persen

posmetro88 – Di stasiun, suasananya mulai beda. Lebih ramai, lebih cepat penuh—dan kadang, tanpa terasa antrean sudah mengular.

Whoosh jadi salah satu yang kena imbasnya.

KCIC mencatat jumlah penumpang naik sekitar 25 persen di banding hari biasa. Angka itu bukan cuma statistik, kelihatan langsung di lapangan. Kursi cepat terisi, jadwal tertentu bahkan sudah padat sejak jauh-jauh hari.

Kenaikannya juga bukan mendadak. Pelan-pelan naik sejak awal libur. Lalu makin terasa ketika mendekati puncak mudik. Polanya mirip tahun-tahun sebelumnya, tapi kali ini ada satu hal yang agak berbeda—minat ke kereta cepat terlihat lebih kuat.

Mungkin karena waktu tempuh.

Atau karena orang mulai capek dengan macet panjang.

Whoosh menawarkan perjalanan yang relatif singkat, terutama untuk jarak menengah. Buat sebagian orang, itu cukup jadi alasan untuk pindah pilihan. Tidak perlu duduk berjam-jam di jalan, tidak perlu menebak-nebak kondisi lalu lintas.

Tinggal naik, duduk, sampai.

KCIC sendiri terlihat berusaha mengimbangi situasi ini. Jadwal di sesuaikan, operasional di stasiun diperkuat. Hal-hal teknis yang mungkin tidak terlalu terlihat, tapi dampaknya terasa kalau tidak disiapkan.

Karena kalau penumpang naik, sedikit saja tidak siap, langsung terasa.

Di sisi lain, penumpang juga di ingatkan—walau ini sering di abaikan—untuk tidak mepet soal tiket. Pesan lebih awal, cek jadwal, datang tidak terlalu mepet. Hal-hal sederhana, tapi sering justru jadi sumber masalah.

Selama masa libur ini, kepadatan belum akan turun cepat. Justru kemungkinan masih naik.

Dan biasanya, setelah arus mudik selesai, ada cerita lain: arus balik.

Gelombang kedua.

KCIC memperkirakan jumlah penumpang masih akan tinggi sampai fase itu lewat. Jadi situasinya belum akan benar-benar sepi dalam waktu dekat.

Kalau sekarang sudah terasa ramai, ya… kemungkinan itu baru permulaan.